Pelajar Di Seluruh Dunia Kembali Sekolah

Pelajar Di Seluruh Dunia Kembali Sekolah

Namun pedoman pemerintah untuk fasilitas sekolah telah mengubah banyak tradisi di kelas.

Baca juga berita VOA lainnya : Pemegang Saham Gugat Direksi Boeing

Ada larangan mengobrol di dalam kelas dan larangan keluar kelas selama istirahat, serta kewajiban mengenakan masker setiap saat.

Kapasitas kelas dikurangi hingga 50 persen dengan mengadakan kelas dalam dua shift dan guru harus divaksinasi.

“Anak-anak terkena dampak COVID-19 yang sangat parah, bukan karena virus itu sendiri, tetapi terutama karena sejumlah tindakan yang telah diambil untuk mengekang penularan. Dan salah satunya adalah penutupan sekolah,” ujar Dr Natasha Azzopardi- Muscat, Direktur Divisi Kebijakan dan Sistem Kesehatan Negara, Kantor Regional WHO untuk Eropa.

Pihak berwenang India telah memberikan lampu hijau untuk membuka kembali sebagian sekolah meskipun ada kekhawatiran dari beberapa orang tua dan tanda-tanda bahwa infeksi meningkat lagi.

“Demikian juga anak-anak yang lebih tua, karena tidak hanya pencapaian pendidikan mereka yang terpengaruh, tetapi juga sosialisasi mereka dengan teman sebaya, anak-anak. Dua kelompok yang kami bentik di wilayah Eropa adalah kesehatan mental dan sekolah,” tambahnya.

Tahun ajaran dimulai di Serbia dan Bosnia di tengah meningkatnya jumlah kasus virus corona.

Dua belas juta anak Perancis kembali ke sekolah untuk tahun ajaran baru.

Mereka mengenakan masker sebagai bagian dari aturan baru yang bertujuan memperlambat penyebaran virus corona di negara itu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengunjungi sebuah sekolah dasar di lingkungan multikultural yang miskin di selatan kota Marseille.

Di salah satu negara Eropa yang paling parah terimbas COVID-19, sekolah-sekolah di Republik Ceko ditutup hampir sepanjang tahun ajaran terakhir.

Tahun ajaran baru dimulai dengan serangkaian pembatasan COVID-19, termasuk tes massal untuk siswa.

Maroko memperluas program vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak, berusia 12 hingga 17 tahun yang sekarang memenuhi syarat untuk divaksinasi.

Negara di Afrika Utara itu kini memfokuskan upayanya untuk menyuntik remaja guna memastikan aman kembali ke sekolah.

Siswa di Yordania kembali ke pendidikan di kelas setelah memulai fase terakhir dari pelonggaran tindakan virus corona.

Lebih dari 2 juta siswa kembali untuk awal tahun ajaran 2021-2022.

Siswa di Jalur Gaza mendapat vaksin virus corona sebagai bagian dari upaya vaksin yang diluncurkan di Palestina. [my/jm]

Berita & Foto : VOA

Link terkait : https://www.usagmdirect.com/#ItemDetail/1/16/6223248/1

Editor : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *