Gagal Penuhi Pasokan Batubara, 34 Perusahaan Berikut  Dilarang Ekspor Batubara

Gagal Penuhi Pasokan Batubara, 34 Perusahaan Berikut Dilarang Ekspor Batubara

Jakarta (IReportase) – Lantaran dinilai  gagal memenuhi kewajiban pasokan batubara sesuai dengan kontrak penjualan dengan PT PLN (Persero) dalam periode 1 Januari hingga 31 Juli 2021.

Maka dari itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memutuskan untuk menjatuhkan sanksi larangan ekspor batubara kepada 34 perusahaan.

Baca juga : Tidak Penuhi DMO, Perusahaan Batubara Dipastikan Dapat Sanksi

Berdasarkan dokumen yang diterima CNBC Indonesia, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengirimkan surat keputusan perihal “Pelarangan Penjualan Batu Bara ke Luar Negeri” kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada 7 Agustus 2021.

Adapun  34 perusahaan yang dimaksud yaitu :
1. PT Arutmin Indonesia,
2. PT Ascon Indonesia Internasional,
3. PT Bara Tabang,
4. PT Batara Batari Sinergy Nusantara,
5. PT Belgi Energy,
6. PT Berkat Raya Optima,
7. PT Borneo Indobara,
8. PT Buana Eltra,
9. PT Buana Rizki Armia,
10. PT Dizamatra Powerindo,
11. PT Global Energi Lestari,
12. PT Golden Great Borneo,
13. PT Grand Apple Indonesia,
14. PT Hanson Energy,
15. PT Inkatama Resources,
16. PT Kasih Industri Indonesia,
17. PT Mandiri Unggul Sejati,
18. PT Mitra Maju Sukses,
19. PT Nukkuwatu Lintas Nusantara,
20. PT Oktasan Baruna Persada,
21. PT Prima Multi Mineral,
22. PT Prolindo Cipta Nusantara,
23. PT Samantaka Batubara,
24. PT Sarolangun Prima Coal,
25. PT Sinar Borneo Sejahtera,
26. PT Sumber Energi Sukses Makmur,
27. PT Surya Mega Adiperkasa,

28. PT Tanjung Raya Sentosa,
29. PT Tepian Kenalu Putra Mandiri,
30. PT Tiga Daya Energi,
31. PT Titan Infra Energy,
32. PT Tritunggal Bara Sejati,
33. PT Usaha Maju Makmur, dan
34. PT Virema Inpex. (IR-09)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *