Krisis Listrik, China Terdesak Naikan Impor Batu Bara

Krisis Listrik, China Terdesak Naikan Impor Batu Bara

China (IReportase) – Krisi listrik pada jantung industri timur laut China, membuat Tiongkok terdesak untuk meningkatkan impor batu bara. Pejabat China menghadapi tekanan untuk meningkatkan impor batu bara menyusul adanya krisis listrik parah yang mengguncang jantung industri timur laut negara itu. Impor tersebut diharapkan akan membuat listrik di kawasan tersebut tetap menyala, pabrik tetap buka, dan bahkan pasokan air tetap mengalir.

Baca juga berita VOA lainnya : Presiden China Janjikan Setop Pembangunan Listrik Tenaga Batu Bara

Dengan kekurangan listrik yang dipicu oleh sedikitnya pasokan batu bara yang telah melumpuhkan sebagian besar industri, gubernur provinsi Jilin menyerukanpeningkatan pasokan impor batu bara. Asosiasi perusahaan listrik mengatakan pasokan batu bara sedang diperluas “dengan biaya berapa pun.” Jilin adalah daerah yang paling terpukul di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu, akan krisis tersebut.

Kota-kota seperti Shenyang dan Dalian – rumah bagi lebih dari 13 juta orang, telah merasakan dampaknya, dengan adanya gangguan di pabrik-pabrik yang dimiliki oleh pemasok perusahaan global, seperti Apple dan Tesla. Jilin adalah salah satu dari lebih dari 10 provinsi yang terpaksa melakukan penjatahan listrik karena pembangkit listrik merasakan dampak kenaikan harga batu bara yang tidak bisa mereka bebankan kepada konsumen.

Berbicara kepada perusahaan listrik lokal pada Senin (27/9/2021), Gubernur Provinsi Jilin Han Jun mengatakan “beberapa sumber” perlu disiapkan untuk menjamin pasokan batu bara, dan China harus mendapatkan lebih banyak dari Rusia, Mongolia dan Indonesia. Jilin memiliki populasi hampir 25 juta orang.

Gubernur Jilin Han mendesak perusahaan-perusahaan untuk memenuhi “tanggung jawab sosial” mereka dan “mengatasi kesulitan” yang disebabkan oleh kenaikan harga batu bara. [ah/rs]

Berita & Foto : VOA

Link terkait : https://www.usagmdirect.com/#ItemDetail/1/16/6248455/1

Editor : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *