Presiden China Janjikan Setop Pembangunan Listrik Tenaga Batu Bara

Presiden China Janjikan Setop Pembangunan Listrik Tenaga Batu Bara

Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam pidato di Majelis Umum PBB pada Selasa (21/9/2021), menjanjikan bahwa China akan membantu negara-negara berkembang membangun produksi energi hijau dan menghentikan pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri.

Baca juga berita VOA lainnya : Emisi, Studi PBB Klaim Dunia Gagal Jalankan Kesepakatan Paris

China berada di bawah tekanan internasional untuk mengumumkan diakhirinya pembiayaan batu bara luar negeri sebagai bagian dari paket teranyar terkait kesepakatan iklim nasional yang akan diserahkan ke PBB.

Beijing merupakan sumber pembiayaan terbesar untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di dunia. Pengumuman Xi akan berdampak luas pada rencana perluasan pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di negara-negara seperti Bangladesh, Indonesia, Vietnam, dan Afrika Selatan.

Lembaga think tank Amerika Serikat (AS), Global Energy Monitor (GEM), memprediksi pengumuman tersebut dapat mempengaruhi 44 pembangkit listrik batu bara yang akan dibiayai lembaga keuangan China dengan total nilai $50 miliar. Penghentian proyek tersebut, kata GEM kepada Reuters, berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 200 juta ton per tahun di masa mendatang.

“Pengumuman China adalah salah satu perkembangan paling signifikan di bidang iklim tahun ini, karena mungkin menandai berakhirnya pembiayaan publik internasional untuk pembangkit batu bara,” kata Direktur Program Batu Bara GEM, Christine Shearer. “Kami akan menemukan banyak negara beralih ke sumber pembangkit listrik alternatif, dan mudah-mudahan mereka didukung untuk memastikan energi bersih.”

Janji yang dilakukan China mengikuti langkah serupa yang telah diambil Korea Selatan dan Jepang tahun ini dengan menutup keran dari tiga pemodal publik besar terakhir untuk proyek pembangkit listrik tenaga batu bara di luar negeri.

Hal tersebut terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Joe Biden berjanji untuk menggandakan belanja negara menjadi $11,4 miliar pada 2024 untuk membantu negara-negara berkembang menangani perubahan iklim.  [ah/rs]

Berita & Foto : VOA

Link terkait : https://www.usagmdirect.com/#ItemDetail/1/16/6242311/1

Editor : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *