Berpacu Di Era Digital, Menuju Indonesia Maju

Berpacu Di Era Digital, Menuju Indonesia Maju

—– Saat itu, hari Selasa tanggal 17 bulan Agustus. Tepat pukul delapan pagi, dengan terik matahari yang sedikit manja menampakan cahayanya, aku bersama Bapakku dan turut serta anak laki – lakiku meluangkan waktu untuk ngobrol santai di balkon samping rumah. Sedikit gula dengan seduhan teh diminum Bapak dan anak laki – lakiku, sedangkan aku sebagai pecinta kopi hitam ditambah gula pasir olahan pabrik lokal aku nikmati dari cangkir yang berbahan kaca bening. Oh ya, tidak lupa hidangan pisang goreng buatan isteri tercinta pun kami lahap.

Baca juga : Menjadi Pribadi Yang Baik Ditengah Pandemi

Baca juga: Pancasila Diera Pandemi, Berikut Peran Yang Bisa Dilakukan Generasi Milenial ?

Tidak jauh mata memandang dari arah balkon, di sandaran kursiku sambil menyantap pisang goreng, aku baru teringat ternyata pagi itu Negeriku tercinta sedang memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 tahun. Maklum saja, sebagai pekerja swasta, kegiatan Upacara Bendera memperingati Hari Kemerdekaan sangatlah jarang dilaksanakan. Meskipun begitu, jiwa nasionalismeku tidak pernah pudar, melalui Live Streaming aku bisa saksikan upacara Kemerdekaan yang dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia H. Joko Widodo (Jokowi).
Namun sedikit berbeda untuk tahun ini, kehadiran Bapakku yang sengaja datang ke rumahku bukan hanya untuk melihat cucunya yang kini berusia 6 tahun, usia Sekolah Dasar (SD). Bapakku sengaja meniatkan di dalam hatinya untuk menyaksikan Upacara Detik – Detik Proklamasi dari televisi bersama cucu laki – lakinya tersebut. Sekedar berbagi cerita nilai – nilai nasionalisme dan kepahlawanan kepada sang cucu.
Maklum saja, walapun sudah lama pensiun sebagai abdi negara, nilai – nilai pengabdian kepada negara yang baik dan tidak pernah melanggar hukum masih dirasakannnya. Bapakku merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) kalau sekarang biasa dengan penyebutan ASN atau Aparatur Sipil Negara.
Kembali dalam cerita kami di balkon. Bapakku yang satu tahun lagi genap berusia 80 tahun mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena masih bisa menjumpai Hari Kemerdekaan tahun ini. Sambil memandang anakku yang setia dengan smartphonenya, Bapakku bertutur.
Ia menuturkan bahwa saat menjadi PNS sangat akrab dengan penggunaan mesin ketik. Saat itu, di instansinya belum mengenal namanya komputer. Hingga pensiun dengan jabatan yang diemban pada bidang keadministrasian. Tidak terbilang berapa banyak lembar berkas yang telah diketik, dan juga setidaknya pastilah ada sejumlah kesalahan dalam pengetikan. Akhirnya, jari jemari sering terasa mengalami pegal – pegal dan kadang keram, lantaran sering memencet tombol huruf dari mesin ketik. Pastinya, semua pekerjaan kantor harus ditata dengan baik dan rapi, karena hasilnya berupa kertas, bahkan sedikit lengah bisa – bisa kertas dimakan rayap.
Sekarang sudah enak, lanjutnya, handphone sudah bisa dijadikan teman kerja dan pekerjaan bisa diselesaikan dimanapun dan dalam kondisi apapun. Kalau dulu harus ke pasar belanja, sekarang lewat online pun jadi mudah bisa beli apapun, panggil tukang service TV pun sudah ada di internet.
Diakui Bapakku terasa banyak perubahan saat ini, semua serba mudah diakses dan mudah dijangkau.
Ulasan Bapakku sedikit membuat sontak terkejut, ternyata ia banyak mengetahui tentang masuknya Era Digital. Apakah ia (Bapakku) mengetahui yang dimaksudnya ialah Era Digital ? Akupun memberikan jawaban kepadanya, bahwa itulah transformasi digital pada Era Digital.
Kemudian, aku katakan pada Bapakku bahwasanya seluruh sendi kehidupan di dunia ini, di mulai dari beranjak pergi tidur dan bangun dari tidur lalu tidur kembali tidak lepas dari peranan dunia digital. Bak pepatah lama “Bagaikan Sayur Tanpa Garam”, begitu melekatnya dunia digital dengan kehidupan masyarakat. Masyarakat di dunia tidak terkecuali di Indonesia selalu menjadikan solusi digital untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan sehari – hari.
“Pisang goreng yang kita makan ini Pak, digoreng mantumu setelah belajar dari platform digital, makanya rasanya enak,” ujarku.
Mengakhiri perbincangan di balkon, Bapakku mengatakan “Sekarang bagaimana caranya agar Negara Indonesia bisa bersaing di dunia dengan memanfaatkan peluang di Era Digital?”.

Menjadi Dekat Dengan Digital
Tidak bisa dipungkiri kehadiran dari piranti – piranti digital begitu melekat di semua sendi kehidupan manusia. Kehadiran dunia digital bagaikan malaikat penolong di tengah kebuntuan solusi pada bidang teknologi.
Dikutip dari wikipedia.org, Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani yang berarti jari jemari. Digital merupakan gambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on. Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya.
Komputer, internet, dan smartphone (ponsel pintar) yang menjadi pondasi awal digitalisasi yang kemudian menghasilkan kemasan produk digital menarik, mudah digunakan, murah dan cepat dalam transaksi menjadi daya tarik masyarakat dunia tidka terkecuali penduduk Indonesia yang menginginkan mendapatkan layanan praktis dari digital.
Mulai dari layanan antar jemput, layanan antar makanan, belanja online, layanan pemerintahan, layanan kesehatan, jual beli produk pertanian, layanan kesehatan, dan layanan perbankan sudah menjadi kebutuhan yang wajib terpenuhi bagi masyarakat digital.
Peran produk – produk digital dalam kehidupan memegang perang penting yang mampu mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik secara global. Masyarakat menganggap penting digital karena langsung dirasakan faedahnya. Apalagi pandemi COVID – 19 merusak tata kehidupan konvesional masyarakat dunia. Pembatasan ruang gerak, pembatasan mobilitas, dan larangan berkerumun menjadikan trend semakin meningkat penggunaan produk digital.
Dilansir dari jurnal karya Wawan Setiawan dari Universitas Pendidikan Indonesia bahwa Era Digital mampu memberikan dampak besar baik dari sisi positif dan negatif yang juga mampu membuat terciptanya kebiasaan – kebiasaan baru dari masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.
Dampak positif yang diakibat layanan dari produk digital :
1. Dalam hitungan menit, distribusi informasi berjalan dengan cepat.
2. Berbagai informasi lebih mudah diakses masyarakat.
3. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) secara signifikan akibat mudahnya melakukan edukasi.
4. Inovasi semakin menjamur akibat penggunaan teknologi digital yang berakibat mempermudah pekerjaan.
5. Alternatif pembelajaran semakin variatif untuk bisa diakses oleh masyarakat.
6. Pertumbuhan dan perkembangan e-bisnis mengalami peningkatan dengan sangat cepat, seperti jasa service hp yang saat ini sudah menggunakan layanan website.
Selain itu, teknologi digital juga memberikan dampak negatif :
1. Mudahnya mendapatkan informasi memungkinkan terjadinya pelanggaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) hingga banyak orang yang melakukan plagiarisme.
2. Munculnya sikap kecenderungan untuk menginginkan sesuatu yang serba instant, dan tingkat konsentrasi menurun.
3. Banyak terjadi aksi kejahatan di dunia maya seperti hacking, dan manipulasi data akibat penyalahgunaan pengetahuan.

Kita patut syukuri Era Digital memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan pemanfaatan digital, kita bisa melihat masyarakat secara langsung mematuhi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang ditetapkan Pemerintah akibat dari pandemi covid. Sedikit banyaknya memberikan penurunan angka kasus covid.
Kehidupan dengan kebiasaan baru di masa pandemi mulai dari PPKM hingga ada istilah lockdown membuat masyarakat merelakan waktunya terbatas untuk bertatap muka langsung dengan dunia luar. Masyarakat secara sadar dipaksa untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, memenuhi kebutuhan makan sehari, belanja dapur bahkan beribadah harus dari rumah.
Perkembangan bisnis dengan platform e-commerce semakin menjamur negeri ini. Pemanfaatan digital membuat terbantunya produsen dari sisi penjualan dan juga terlayaninya waktu dengan baik kebutuhan pembeli sebagai konsumen.
Atas dasar inilah, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhur Binsar Panjaitan merasa penting PPKM disejumlah wilayah perlu diperpanjang hingga 23 Agustus 2021.

Data pengguna internet yang disuvery Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Dari data APJII tersebut, disa dikatakan bahwa Era Digital membuat masyarakat Indonesia begitu memaksimalkan kapasitas dan kemampuan produk digital bernama internet. Dimana semua masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke bisa terhubung berkomunikasi dengan baik walaupun saling berjauhan. Tidak salah bila Era Digital disebut dengan era globalisasi. Dalam satu ketukan semua bisa saling sapa, saling bertukar pikiran dan mengetahui sesuatu yang baru bahkan trending.
Begitu juga dalam sisi layanan pemerintahan. Mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten, dan Kota sekarang dengan kegiatan Webinar, Video Conference, dan Zoom Meeting. Kegiatan digital ini bagian dari bentuk koordinasi antara lembaga, transfer ilmu hingga penetapan kebijakan menggunakan sarana digital.

Foto A.

Foto B.
Foto A. Dan Foto B merupakan kegiatan webinar yang diikuti Pemerintah Kabupaten Muara Enim
Bukan hanya itu, kegiatan seperti dalam gambar mampu membuat penghematan anggaran. Selama ini harus mengeluarkan biaya untuk mendatangkan narasumber, sewa gedung, dan biaya snack bisa dipangkas sekecil mungkin.
Mengutip tribunnews.com disampaikan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti bahwa kementerian dan lembaga telah mengurangi alokasi belanja yang tidak diperlukan di tengah pandemi corona. “Kemudian, kalau rapat pakai (aplikasi) Zoom pasti tidak ada minuman, tidak ada snack. Itu sudah bisa dihemat, kalau ditotal sekarang semua orang pakai zoom itu jumlah luar biasa banyak,” katanya di Jakarta Rabu 3 Juni 2020.
Sarana digital juga dioptimalkan oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Komunikasi dan Informartika, guna mengejar ketertinggal dengan daerah lain berhasil membuat inovasi dengan Muara Enim Smart Regency.
Penuturan Kepala Komunikasi dan Informartika Muara Enim, Ardian Arifanardi, bahwa inovasi ini menjadi brand Kabupaten Muara Enim guna membawa lebih jauh Kabupaten Muara Enim, dengan harapan inovasi digital ini bisa mengenalkan dan mengangkat seluruh potensi yang ada dari Kabupaten Muara Enim.
Muara Enim Smart Regency terdapat tiga quick wins yang menjad unggulan seperti
Aplikasi MANCE (Muara Enim Center), Rumah UMKMK Gerbang Serasan, dan Aplikasi SI CERDAS (Sistem Informasi Cepat, Efisien, Responsif, dan Berintergritas.

Brand Muara Enim Smart Regency milik Pemerintah Kabupaten Muara Enim

 

Menanti Peran Kita
Dari sejumlah gambaran diatas coba kita banyangkan dengan banyak pengguna digital di Negeri ini, bukan tidak mungkin Negara ini bisa memiliki “Serdadu – Serdadu Digital” yang handal dan mengharumkan Ibu Pertiwi.
Kita masih beruntung hidup di negara yang sudah merdeka, dan berada di negeri yang kehidupan digital didukung penuh pemerintah. Dalam suatu kesempatan Presiden Jokowi menginginkan agar pandemi Covid-19 dijadikan momentum percepatan transformasi digital. Bukan tanpa sebab, Jokowi melihat dari data survey IMD World Digital Competitiveness Index 2019 menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat 56 dari 63 negara, Peringkat ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asean seperti Thailand berada di peringkat 40, Malaysia peringkat 26, dan Singapura di peringkat 2.
Bila melihat peluang yang ada, Indonesia memiliki kemampuan menyalip Negara – Negara tersebut. Dengan komitmen bersama dan tanggung jawab yang diembang bersama – sama bisa menjadi tolak kebangkitan dari masa pandemi.
Sekarang saatnya segenap elemen bangsa mengambil perannya masing – masing menyiapkan Negara ini teruji pada pembangunan digital.
Harus diingat betul, tahun 2030 disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebuyaan Muhadjir Effendi bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi yang harus betul disikapi semua pihak.
Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang memperkirakan, Indonesia akan menikmati era bonus demografi pada tahun 2035. Pada masa ini, jumlah penduduk usia produktif diproyeksi berada pada grafik tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 297 juta jiwa.
Dengan rasio usia produktif di atas 64 persen sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju.
Potensi ini menjadi peluang Negara kita menggarap lebih konsen dan fokus talenta – talenta digital sedini mungkin. Bukan hal yang tidak mungkin menggarap tugas mulia ini, meskipun dibutuhkan biaya investasi yang besar. Akan tetapi dengan pengorbanan ini tidak akan sia – sia semata, investasi yang besar akan memberikan efek positif untuk kemajuan bangsa.
Berkaca pada Negara – Negara yang sudah maju dunia digitalnya, seperti Estonia, Finlandia, dan Kanada yang memiliki keunggulan pada e-voting, e-health, dan e-banking, pembayaran serba digital, akses internet merata dan tidak terbatas.
Peranan dari kita semua Perusahaan Swasta, Perusahaan Plat Merah dan segenap elemen masyarakat lainnya bisa memberikan sumbangsihnya.
Mulai dari talenta akademisi memberikan inovasi ilmiahnya membuka kamp – kamp kecil pelatihan digital yang sifatnya roadwhow atau komunitas. Dengan akses internet seluruh pelosok bisa ditransfer ilmu. Berbagi ilmu untuk menghantam balada hacker atau kejahatan dunia maya perlu sinergitas bersama.
Dengan harapan talenta digital bisa menjadi tulang punggung dalam masa – masa bonus demografi nanti dalam menatap Revolusi Industri 4.0.
Kemudian, menurut data Kementerian BUMN, dimana saat ini terdapat 115 perusahaan plat merah diharapkan bisa berkerjasama dengan Departemen terkait membangun kekurangan infrastruktur digital di penjuru negeri. Apalagi, geografis menjadi kendala utama pembangunan sarana digital, sehingga harapan Presiden Jokowi layanan internet bisa mencapai di 12.500 desa / kelurahan.
Dengan terkoneksinya Indonesia dengan sarana digital, membuat pemerataan kesejahteraan di Negera Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan harapan visi dan misi Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin yakni Pembangunan Merata dan Berkeadilan.

Penulis : Heru Fachrozi
Email : herufachrozi@gmail.com
Kontak : 081320300634

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *