Akibat Luka Jerat, 3 Harimau Sumatera Mati

Akibat Luka Jerat, 3 Harimau Sumatera Mati

Aceh (IReportase) – Penyebab kematian tiga harimau Sumatera di Desa Ie Buboh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Aceh, akhirnya diketahui. Kepala BKSDA Aceh, Agus Aryanto, mengatakan tiga harimau Sumatera itu mati karena mengalami infeksi akibat luka terkena jerat. Hal tersebut diketahui usai Balai Konservasi  Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan nekropsi terhadap tiga bangkai harimau itu.

Baca juga: Semakin Banyak Divaksin, Kasus Covid Di AS Terus Melonjak

Baca juga: Dua Ledakan Di Bandara Kabul Memakan Korban

“Tiga harimau itu dugaan sementara mati akibat infeksi luka jerat,” katanya kepada VOA, Kamis (26/8/2021).

Agus menuturkan tiga harimau Sumatera yang mati terkena jerat jenis kumparan kawat. Jenis itu diketahui berupa jerat lilitan bertumpuk dan dipasang secara melintang yang berjarak kurang lebih 10 meter.

“Mekanismenya kalau masuk satwa ke situ langsung terlilit. Semakin bergerak kian terikat kencang,” ujarnya.

Kematian tiga harimau Sumatera itu berawal pada Selasa sore 24 Agustus 2021. Saat itu Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam menerima laporan bahwa ada Harimau Sumatera yang terjerat di Desa Ie Buboh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.

Menindaklajuti laporan tersebut, tim medis dari BKSDA Aceh langsung bergerak menuju lokasi pada Selasa malam 24 Agustus 2021. Kemudian, pada Rabu 25 Agustus 2021 tim medis BKSDA Aceh menuju lokasi untuk melakukan penanganan harimau Sumatera yang terjerat.

Namun, pada saat tim tiba ditemukan harimau Sumatera sudah dalam kondisi mati terjerat dengan jumlah sebanyak tiga ekor.

“Tiga harimau tersebut terdiri dari satu induk dan dua anakan,” ujar Agus.

Kemudian pada Kamis esoknya, BKSDA Aceh bersama dengan tim inafis dari Polres Aceh Selatan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan nekropsi terhadap bangkai tiga ekor harimau Sumatera itu. Berdasarkan hasil olah TKP, posisi ketiga individu harimau Sumatera yang mati terkena jerat ditemukan terpisah di dua titik lokasi.

“Satu titik induk beserta anakan. Lalu, anakan lainnya berjarak kurang lebih lima meter dari titik pertama. Usia kematian untuk harimau di titik pertama induk dan anakan kurang lebih (sudah) lima hari. Sedangkan, untuk yang anakan terpisah kematiannya kurang lebih (sudah) tiga hari,” ungkap Agus.

Ia menjelaskan, kondisi tiga harimau Sumatera tersebut sudah mulai membusuk. Induk terjerat di bagian leher dan kaki belakang sebelah kiri. Lalu, satu ekor anakan berada di dekat induk, terdapat jeratan pada leher. Sementara, satu anakan lainnya dalam kondisi terjerat yang mengenai kaki kiri depan dan belakang.

“Untuk indukan berusia kurang lebih 10 tahun. Sedangkan, untuk dua anakan jantan dan betina usianya kurang lebih 10 bulan,” sebut Agus.

Berita :  https://www.voaindonesia.com/a/luka-infeksi-terkena-jerat-tiga-harimau-sumatera-di-aceh-selatan-mati/6018117.html

Editor  : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *