Efisiensi, Kuartal III PTBA Cetak Laba Bersih Rp 1,7 Triliun

Efisiensi, Kuartal III PTBA Cetak Laba Bersih Rp 1,7 Triliun

PTBA
Kinerja positif PTBA kuartal III tahun 2020 dalam grafik. (HumasPTBA)

Jakarta (IReportase) – Dengan strategi efisiensi yang menjadi salah satu strategi PT Bukit Asam (PTBA) Tbk untuk menjaga dan mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan berkurangnya permintaan pasokan batu bara, hingga mampu mencetak laba bersih Rp 1,7 Triliun hingga kuartal III tahun 2020.

Baca juga : Gubernur Jadi Endorse Dadakan, “Ini ada Rosella, ada di Muara Enim”

Baca juga : Maulid Nabi SAW, Bukit Asam Bagikan 500 Al Quran

Disampaikan Sekretaris Perusahaan (Sekper) PTBA, Apollonius Andwie C, Jumat (6/11/2020), menguraikan beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA tersebut adalah dengan terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan biaya pokok produksi melalui penerapan optimalisasi design tambang.

Dimana kinerja operasional dari sisi produksi, PTBA mampu memproduksi 19,4 juta ton batubara hingga September 2020 atau 77% dari target tahun ini yang telah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton. Kinerja angkutan batu bara juga menunjukkan performa yang terjaga dengan kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 17,7 juta ton.

“Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga kuartal III-2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini,”terang Apollonius.

Lanjut Sekper, kinerja positif PTBA hingga kuartal III- 2020 meski terimbas pandemi Covid-19 serta menurunnya harga batu bara dunia yang berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,7 triliun hingga 30 September 2020, dari sisi pendapatan, membukukan sebesar Rp12,8 triliun.

Aset perusahaan per September 2020 tercatat masih kuat berada di angka Rp24,5 triliun, dengan komposisi kas dan setara kas termasuk deposito berjangka (lebih dari 3 bulan) sebesar Rp6,1 triliun atau 25% dari total aset.

Kinerja PTBA hingga kuartal III- 2020 masih terdampak oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan konsumsi energi akibat diberlakukannya lockdown di beberapa negara tujuan ekspor seperti China dan India.
Begitu juga dengan kondisi di dalam negeri yang menjadi pasar mayoritas PTBA.

Turunnya konsumsi listrik di wilayah besar Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa dan Bali juga berdampak turunnya penyerapan batubara domestik.

“Terakhir, harga batubara yang terus merosot selama tiga triwulan ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi perseroan. Dari data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batu bara acuan (HBA) ini merosot sekitar 24% dari US$ 65,93 per ton pada bulan Januari 2020 menjadi US$ 49,92 per ton pada bulan September 2020,”tutup Sekper. **

Editor : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *