Binaan PTBA, Desa Pelakat Raih Penghargaan Proklim Lestari 2020

Binaan PTBA, Desa Pelakat Raih Penghargaan Proklim Lestari 2020

PTBA
Kohapa memegang Penghargaan Proklim Lestari diapit Khusnul Muassiroh dan Hartoyo. (HumasPTBA)

Jakarta (IReportase) – Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari tingkat Nasional tahun 2020 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI).

Baca juga : PTBA Sampaikan Duka Mendalam Atas Musibah Di Tambang Rakyat Tanjung Lalang

PTBA Bangun 23 Sumur Bor dan 25 Unit Bedah Rumah

Ini merupakan penghargaan tertinggi sebagai desa terbaik dalam inovasi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim se-Indonesia.

Proklim
Kohapa saat menerima penghargaan. (HumasPTBA)

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal KLHK RI, Bambang Hendroyono kepada Kepala Desa Pelakat, Kohapa, yang saat penerimaan piala turut didampingi oleh Kasi Pemeliharaan dan Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Khusnul Muassiroh, dan Asistsn Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bukit Asam (PTBA) Tbk, Hartoyo, di Kantor KLHK RI Jakarta, Jumat (23/10/2020).

Desa Pelakat merupakan salah satu desa binaan program CSR dan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PTBA.

Usai menerima penghargaan, Kepala Desa Pelakat, Kohapa, mengaku senang dan bangga dengan penghargaan ini, sebab ini merupakan hasil jerih payah yang panjang dan kerjasama banyak pihak.

“Kami mengikuti ini sejak 2015, agar memenuhi syarat kami juga harus melibatkan 10 dusun sekitar untuk peduli masalah lingkungan, kelestarian hutan, air, dan pertanian,” paparnya.

Bersama dengan PTBA, Desa Pelakat melakukan penghijauan di lahan seluas lebih dari 200 hektare. Pelatihan dan pembinaan untuk usaha perkebunan kopi, hingga rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Program Kampung Iklim merupakan program Nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal berupa upaya adaptasi dan upaya mitigasi dengan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Desa Pelakat dinilai telah melakukan peningkatan upaya adaptasi dan mitigasi dan mereplika kegiatan ke 10 dusun sekitarnya.

Selain Desa Pelakat, Kabupaten Muara Enim juga mendapatkan 7 (tujuh) apresiasi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berupa sertifikat Proklim Utama.

“Alhamdulillah sesuai dengan harapan kami, peran pendamping seperti PTBA sangat berarti untuk terus meningkatkan peran serta desa dalam mengembangkan lingkungan,” ujar Kasi Pemeliharaan dan Konservasi Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, Khusnul Muassiroh. **

Editor : Heru Fachrozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *